Daulah Islam

Muqodaimah

Menurut pandangan umum, lahirnya sebuah Negara melalui dua tahapan, yakni pertama adalah pembentukan masyarakat, yang dibentuk dari sebuah kesepakan dari tiap-tiap individu untuk membentuk suatu badan (lembaga) yang dapat mewadahi kehidupan mereka (factium unionis/social contract proper). Perjanjian masyarakat ini  kemudian dilanjutkan ke tahap kedua yakni diadakan perjenajian antara masyarakat  dengan seseoarng atau suatu badan yang kepadanya diberikan kekuasaan dengan syarat-syarat tertentu harus dihormati dan ditaati oleh kedua belah pihak, baik rakyat atau pemerintah (factum subjectionis contract of government). Pemerintah ini diberi mandat untuk menjalankan kekuasaan atas nama masyarakat yang diwakilinya. Dari kesepakatan bahwa lahirnya Negara adalah hasil kesepakatan dari sekumpulan masyarakat dalam rangka membentuk suatu pemerintahan yang bersifat mengikat secara politik maupun hukum terhadap seluruh warga masyarakat tersebut.

Lantas, faktor apakah yang mendorong setiap orang untuk membentuk serta terikat kepada sebuah Negara, atau apa yang menjadi  dasar bahwa setiap  manusia harus bernegara? Alasannya adalah karena adanya tujuan (misi dan ideology) dan kepentingan (kebutuhan) yang sama. Pada dasarnya setiap manusia yang hidup bermasyarakat memiliki kebutuhan dan cita-cita bersama sebagai konsekuensi dan hubungan interaksi sesama mereka. Kelahiran sebuah Negara pada dasarnya adalah perwujudan dari sesama kesadaran dan keinginan masyarakat untuk mencapai kehidupan yang mereka ciata-citakan. Singkatnya, tujuan hidup bernegara ini tidak lepas dari kesadaran dan kebutuhan inhern di dalam setiap masyarakat dalam rangka  mencapai kehidupan yang lebih baik, seperti mendapat keamanan, ketertiban, kesejahteraan serta terpenuhnya segala kepentingan dan tujuan yang dikehendakinya. Agar semua cita-cita dan kebutuhan ini dapat dipenuhi maka diperlukan adanya sebuah lembaga kekuasaan (Negara) ynag kedudukan dan fungsinya berada diatas (atau lintas) kekuasaan individu-individu serta memiliki kemampuan dalam mewujudkan tujuan dan kebutuhan tersebut, yang mana semua itu tidak dapat dipenuhi/dilakukan oleh perorangan atau sesuatu di luar Negara.

Jadi, adanya kekuasaan Negara diperlukan untuk mencapai apa-apa yang menjadi cita-cita dan tujuan dari masyarakatnya. Oleh karena itu, kehidupan manusia pada dasarnya tidak bias dilepaskan dari aspek kekuasaan (Negara). Kekuasaan adalah bagian inhern (melekat) didalam kehidupan individu maupun social masyarakat. Dalam scup pribadi misalnya, seseoarang berkuasa atas didirnya sendiri, ia menentukan dan mengarahkan seluruh pikiran, keinginan, ciata-cita dan tingkah lakunya sesuai dengan kehendaknya. Singkatnya ia berkuasa ia berkuasa atas dirinya sendiri. Demikian pula dalam lingkup keluarga dan masyarakat,  terdapat kekuasaan yang mengikat di dalamnya. Kekuasaan ini mengendalikan dan mengarahkan kehidupan keluarga maupun masyarakat tersebut. Dari sekian lembaga kekuasaan tersebut, hanya Negara lah yang mempunyai kekuasaan tertinggi yang diakui bersama oleh anggota masyarakat. Dengan kemilikan kekuasaan ini maka Negara memilki kemampuan untuk mewujudkan apa yang menjadi kebutuhan dan cita-cita dari warganya.

Sedangkan untuk menjamin agar kehidupan masyarakat dapat berjalan dengan aman dan tertib maka diperlukan adanya hukum yang mengikat seluruh warga. Manusia butuh terhadap sebuah aturan yang dapat memberikan rasa keamanan dan kesejahteraan dalam kehidupannya tersebut. Tujuan ketertiban, keamanan, kesejahteraan tersebut hanya dapat dicapai oleh fungsi hukum. Kebutuhan terhadapa hukum yang dapat mengatur mereka dengan baik tersebut juga menjadi ciri dari setiap fitrah (social) manusia. Dan untuk menegakkan aturan hukum ini, maka diperlukan adanya suatu lembaga kekuasaan yang dapat menjamin terlaksananya hukum tersebut. Lembaga kekuasaan ini adalah Negara karena hanya negaralah yang dapat menjamin tegakknya hukum di dalam kehidupan masyarakt.

Negara dalam hal ini merupakan sebuah lembaga kekuasaan tertinggi yang diakui dan ditaati bersama oleh tiap-tiap warganya. Negara adalah pemegang tertinggi dari kekuasaan yang tidak dimilki oleh seseorang atau sekelompok orang tertentu, dimana kekuasaan Negara ini mencakup (meliputi) dan mengikat terhadap segala sesuatu yang ada didalam wilayahnya. Kita tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupan ini dapat berjalan jika tidak ada Negara, atau misalnya masing-masiing warga berperan sebagai “Negara”. Kehidupan tanpa Negara adalah kehidupan binatang (hayawan), yang mana hukum berlaku dalam kehidupan tersebut kuat akan memakan (menindas) yang lemah.

Gambarannya diatas menunjukan bahwa kebutuhan terhadap sebuah Negara adalah kebutuhan fitrah setiap manusia yang mustahil di abaikan. Tinggal masalahnya adalah Negara yang bagaimanakah yang sesuai dengan hakekat dari eksistensi manusia tersebut. Karena Negara yang tidak sesuai dengan hakikat manusia, maka sesuangguhnya ia adalah Negara binatang (addaulah al-hayawaniyah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: