Konsekuensi seseorang yang telah ma’rifah

Mengenal terhadap hakikat diri (ma’rifatunnafs) adalah dasar fundamental yang akan menentukan bagi perjalanan hidup seseorang (manusia) dalam kehidupannya di muka bumi ini. Seseorang yang telah ma’rifah, baik terhadap eksistensi diri maupun eksistensi Allah, maka ia akan menjalani hidupnya dengan benar pula. Artinya ia mampu memahami dan menyadari arti dari keberadaannya (kehidupannya), baik asal-usul, status, tujuan, tugas dan tanggung jawab hidupnya, serta memahami dan mengenali hakikat diri (nafs) dan potensi-potensi yang dimilikinya dalam rangka menjalani kehidupan ini dengan benar sesuai dengan kehendak dari penciptanya. Ia akan selalu berusaha menjaga dan memelihara kemanusiaannya, memelihara perbedaan antara dirinya dengan makhluk-makhluknya hidup lainnya dengan cara menunaikan segala tujuan dan misi amanah yang  Allah berikan kepadanya secara sungguh-sungguh.

Sebaliknya, konsekuensi seseorang yang tidak ma’rifah adalah tersesat jalan hidupnya jalan hidupnya. Ia tidak akan mengetahui arah dan tujuan yang hendak dituju dalam kehidupannya. Jika seseorang tidak mengenal dirinya maka ia tidak akan mengenal eksistensi Allah (Rabb). Jika dirinya sendiri (hawahu) sebagai ilah nya, yakni menjadikan selain Allah sebagai sumber, pusat dan tujuan pengabdian dari seluruh aktivitas hidupnya. Kehidupan orang seperti ini tidak memiliki dasar /landasan yang kuat, ibarat pohon khobisah yang sesungguhnya adalah manusia yang mati laksana pohon yang menyandar pada sesuatu (tidak mengakar).

Tahapan ma’rifah ini merupakan pondasi yang akan menghantarkan seseorang kepada tingkatan muraqobah selanjutnya. Tahapan muraqobah ditandai dengan terlepasnya seseorang diri segala belenggu ikatan selain Allah dan kemudian masuk menuju ikatan kepada Allah semata. Proses muraqobah tidak akan tercapai tanpa dilandasi ma’rifah kepada Allah. Dengan demikian ma’rifah adalah landasan pertama yang akan merubah dan meningkatkan status seseorang, yakni dari statusnya sebagai makhluk menjadi seorang abid, yakni hamba yang berbakti kepada Allah sebagai kholiqnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: